Antara Kopi dan Lari

Seorang teman pernah berkata bahwa ia tidak menyukai kopi karena kopi itu pahit. Seorang teman lagi mengatakan bahwa ia tidak kuat untuk melakukan olahraga lari. Dua hal yang terdengar dan terlihat berbeda, namun menurut saya, berlari itu seperti meneguk kopi hitam tanpa gula. Di tiga kilometer pertama, rasanya seperti menanjaki gunung dan selalu ada dorongan untuk berhenti, namun begitu tiga kilometer itu terlewati, kilometer kilometer selanjutnya terasa lebih mudah, badan dan kaki pun sudah mulai terbiasa. Dan pada saat selesai, muncul kepuasan yang luar biasa. Rasanya kaki ini ingin berlari lagi.

Saat meneguk kopi hitam pertama kalinya pun, lidah langsung terkejut dengan fakta bahwa kopi sangat pahit, namun begitu diresapi, tegukan tegukan selanjutnya akan menambah karakter rasa kopi. Jika lidah sudah terbiasa dan peka dengan kopi, akan muncul keasaman, manis, fruity serta bermacam istilah lainnya dalam kopi.

Jika dibuat dengan benar, kopi akan memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Tak hanya meningkatkan konsentrasi dan mengurangi depresi, kopi juga meningkatkan performa bagi mereka yang hendak berolahraga. Sangat kecil kemungkinan seseorang yang merasa lelah akan berolahraga. Apalagi untuk berlari.

Jadi sebelum berlari, minum kopi dulu!

Walaupun terdengar seperti iklan, ucapan tersebut ada dasarnya. Seperti halnya yang kita tahu kopi merupakan sumber kafein. Sebetulnya tidak hanya kopi yang mengandung kafein, teh dan coklat juga memiliki kandungan kafein.

Lalu kenapa harus kopi? Karena kopi banyak digemari oleh semua orang. Kandungan kafein dalam kopi menstimuli otak dan menyebabkan penikmatnya lebih berenergi dan merasa lebih bersemangat. Tidak hanya itu zat aktif yang mempengaruhi metabolisme dalam tubuh akibat kafein dalam kopi juga membantu membakar lemak saat berolahraga.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi kafein sebelum berolahraga, seperti halnya lari, akan memberikan hasil yang lebih baik serta performa lari meningkat dibandingkan dengan berolahraga tanpa kafein.

Sebuah studi dari American College of Sports and Medicine mengatakan bahwa kafein juga bisa membantu pemulihan setelah berolahraga. Dalam studi tersebut peserta dalam kompetisi lari 15K dibagi dalam dua kelompok, yang mengkonsumsi kafein dan kelompok yang minum suplemen sebelum kompetisi dimulai. Hasilnya, peserta yang mengkonsumsi kafein memiliki anti inflamasi dalam darah sehingga mengurangi nyeri pada otot setelah kompetisi.

Nah, kapan sebaiknya minum kopi? Satu jam sebelum berolahraga. Karena efek kafein baru mulai terasa satu hingga dua jam setelah dikonsumsi dan berakhir dalam waktu kurang lebih enam jam.

Untuk meningkatkan performa, tubuh membutuhkan 3-6 mg kafein per kilogram berat badan. Jika dikonsumsi berlebihan kopi juga bisa menyebabkan efek samping seperti pusing, deg-degan serta cemas, apalagi bagi yang tidak biasa mengkonsumsi kopi juga bisa menyebabkan perut perih dan nyeri.

Sumber :
http://time.com/4842065/coffee-before-workout-caffeine/
http://journals.lww.com//acsm-msse//Abstract//2013//07000//Effects_of_Caffeine_on_the_Inflammatory_Response.7.aspx
https://www.rodalewellness.com/food/coffee-benefits

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s